Kata pangantar…

Kata pangantar

\Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi bejar mengajar .

Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Terimakasih kpd :

  • Ø Bu istianah
    • Teman-teman crew  XIa

Yang tlah member tugas dan mengingatkan saya

Sehingga saya dpat mnylesaikan tgas makalah  ini.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini…………

 

 

Trontonq.wordpress.com

 

Pendahuluan

  • Ø Kerajaan holing selayaknya terlatak di tepi selat malaka yaiyu di semenanjaumelayu alasanya karena selat malaka merupakan selat yang sangat ramai dalamaktifitas pelayaran pedaganggan saat itu. Dan dengan di temukanya sebuah daerahsemennjung melayu yang bernama”DAERAH KELING” di sana menyebutkan bahwaseorang temannya yang bernama HUI-NING dengan pembantunya bernama yunkai pergi ke holing tahun 664 / 665 M untuk mempelajari agama budha.Ia juga menerjemhkan kitap suci agama budha dari sebuah bahasa sangsakerta ke bahasa cina. Dalam menerjemahkan kitab itu ia di bantu oleh pendeta budha dariholing yang bernama janabhadra dan menurut keteranggan dari dinasti sung kitabyang diterjemahkan oleh HUI-NING adalah bagian terakhir kitab parinirfana yangmengisahkan tentang pembukaan jenazah sang budha………….
Sampingan | Posted on by | Meninggalkan komentar

       …

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
59
PENUTUP
Usaha kerja keras dan pantang menyerah, akan membuahkan keberhasilan seperti yangAnda alami untuk memahami modul ke-6 ini, untuk itu selamat atas usaha dan keberhasilanAnda!Pemahaman Anda terhadap modul ini, mudah-mudahan dapat menambah wawasanpengetahuan Anda, sehingga sedikit atau banyak dapat memberikan manfaat dalamkehidupan Anda!Beberapa hal penting yang perlu Anda ingat dari modul ini adalah:1.Proses masuk dan berkembangnya agama serta budaya Hindu-Budha ke Indonesiayang meliputi bagaimana proses masuknya agama Hindu-Budha ke Indonesia dandampaknya yang menimbulkan akulturasi dengan kebudayaan Indonesia.Dengan adanya pemahaman terhadap materi tersebut, selain menambah wawasanpengetahuan, juga Anda harus menyadari bahwa budaya luar yang masuk ke Indonesiatidak mungkin diterima begitu saja, tetapi hendaknya disesuaikan dengan kepribadianbangsa Indonesia.2.Kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha di Indonesia meliputi kerajaan Kutai,Tarumanegara, Sriwijaya, Mataram, Kediri, Singosari dan Majapahit. Sehingga Andadapat mengetahui dan memahami bagaimana kehidupan awal sejarah bangsa Indonesia,serta berbagai peninggalan budayanya yang tentunya akan menambah rasa kebanggaandan penghargaan yang besar terhadap bangsa Indonesia tersebut.Demikianlah hal-hal penting yang perlu Anda ingat, selanjutnya untuk menguji sejauhmana usaha dan keberhasilan yang Anda raih terhadap modul ini, maka mintalah tesakhir modul kepada Guru bina di sekolah penyelenggara.Kerjakanlah soal test tersebut, dengan baik dan penuh ketelitian agar Anda berhasil dengansukses.Setelah selesai mengerjakan soal test tersebut, tanyakanlah hasil perolehan test Anda, jikaperolehan nilai Anda mencapai 80% atau lebih, berarti Anda sudah memahami modul enamini dengan baik, tetapi jika perolehan nilai Anda kurang dari 80%, Anda jangan kecewa danberusahalah terus untuk tidak menyerah sampai Anda berhasil dengan sukses. Selamatberusaha dan sukses selalu.
 
 
60
I.
1. D6.D2. A7.C3. B8.A4. E9.C5. C10.B
II.
1.Riwayat hidup sang Budha (Lalitawistara)2.Hindu3.Kisah Ramayana4.78 tahun5.Golongan Ksatria / prajurit tidak menguasai bahasa Sansekerta6.Prof.Dr.Ir.J.L.Moens7.Anarawati8.Kawi / Jawa Kuno dan aksara Bali9.Pallawa dan Sansekerta10.Syiwa Budha / Tantayan1.C11.D21.C2.D12.E22.B3.A13.C23.E4.B14.E24.A5.E15.B25.E6.A16.A7.C17.B8.C18.C9.D19.D10.D20.AAkulturasi :
Perpaduan dua budaya berbeda tetapi tidak menghilangkan kepribadian budaya asli.
Airavata :
Gajah Tunggangan dewa Indra.
Catur warna :
 pembagian golongan masyarakat berdasarkan empat kasta.
Candrasangkala :
Susunan kata-kata/kalimat yang dapat di baca sebagai angka.
Dharmadyaksa ring kasaiwan :
Pejabat yang mengurus agama Hindu Syiwa 
Dharmadyaksa ring kasogatan :
Pejabat yang mengurus agama Budha 
Lingga :
Lambang agama Syiwa 
Narasingha :
Lencana kerajaan yang berbentuk setengah manusia dan setengah singa.
Polytheisme :
Kepercayaan terhadap benyak dewa 
Pralaya :
Kehancuran 
Paregreg :
Perang saudara 
Religi :
Keyakinan akan adanya kebenaran 
Sikritisme :
Perpaduan dua budaya (kepercayaan) yang berbeda menjadi satu.
Sidhayatra :
Perjalanan suci 
Samyak Sambodhi :
Kesadaran yang sempurna menurut ajaran Budha 
Wangsakerta :
Tempat suci memuja dewa Syiwa 
Antrayana :
Agama Syiwa Budha 
 
 
61
DAFTAR PUSTAKA 
Chalif Latif dan Irwin Lay,
Atlas Sejarah,
Jakarta: Pembina Praga, 1993.Edhie Wurjantoro,
Sejarah Nasional dan Umum I
, Jakarta: Depdikbud, 1996.Soekmona R.,
Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia II
, Yogyakarta: Kanisius,1973.Sartono Kartodirjo, Marwati Djoned Poeponegoro, Nugroho Notosusanto,
SejarahNasional Indonesia II
, Jakarta: Depdikbud, 1973.Supartono Widyosiswoyo,
Sejarah I
, Klaten: Intan, 1979.Truyana,
Sejarah Nasional dan Sejarah Umum SMU I
, Jakarta: Sumber Bahagia,1995.
 
Sampingan | Posted on by | Meninggalkan komentar

sejarah kerajaan holing

Ü LETAK KERAJAAN HOLING

 

Ü Pada abad ke-7 berdiri suatu kerajaan yang bernama Kalingga / Holing. Letak kerajaan kalingga hingga kini belum dapat di pastikan. Hal itu di sebabkan karena adanya beberapa pendapat yang yang berbeda dalam membahas letak kerajaan tersebut, di antaranya :

Ü Menurut berita Cina yang berasal dari Dinasti Tang menyebutkan bahwa letak kerajaan kalingga berbatasan dengan laut sebelah selatan, Tan-Hen-La (Kamboja) di sebelah utara, Po-Li (Bali) di sebelah timur, dan To-Po-Teng di sebelah barat. Nama lain dari Holing adalah Cho-Po (jawa) sehingga berdasarkan berita cina tersebut dapat di simpulkan bahwa kerajaan kalingga / holing terletak di pulau jawa, khususnya jawa tengah.

Ü Dalam menentukan letak kerjaan kalingga / holing, J.L. Moens meninjau dari segi perekonomian, yaitu pelayaran dan perdagangan. Alasannya, selat malaka merupakan selat yang sangat ramai dalam aktivitas pelayaran perdagangan. Pendapat J.L. Moens ini di perkuat dengan di pertemukannya sebuah daerah di Semenanjung Malaya yang bernama Keling.

 

  • PENINGGALAN KERAJAAN HOLING

Ü Salah satu peninggalan kerajaan kalingga / holing adalah prasasti tukmas. Prasasti ini di temukan di Desa Dakwu tepatnya di daerah Grobogan Purwodadi di Lereng gunung merbabu di jawa tengah. Prasasti ini bertuliskan huruf pallawa berbahasa sansekerta yang menceritakan tentang mata air yang bersih dan jernih. Selain itu, prasasti ini juga memiliki gambar- gambar seperti kendi, trisula, kapak, kelasangka, cakra, dan bunga teratai yang merupakan lambing keeratan hubungan manusia dengan para dewa.    

 

Ü ASPEK KEHIDUPAN PEMERINTAHAN KERAJAAN HOLING

 

  • Kehidupan Politik

Ü Berdasarkan berita cina di sebutkan bahwa kerajaan kalingga / holing di perintah oleh seorang raja putri yang bernama Ratu Sima. Pemerintahan Ratu Sima sangat keras namun adil dan bijaksana. Kepada setiap pelanggar, Ratu Sima selalu memberikan sanksi yang tegas. Rakyat tunduk dan patuh terhadap segala perintah Ratu Sima bahkan tidak seorang pun rakyat maupun pejabat kerajaan yang melanggar segala perintahnya. 

Ü Kehidupan Ekonomi

Ü Kehidupan perekonomian masyarakat kerajaan kalingga / holing berkembang pesat. Masyarakat kerajaan kalingga telah mengenal hubungan perdagangan. Mereka menjalin hubungan perdagangan pada suatu tempat yang di sebut dengan pasar. Pada pasar itu, mereka mengadakan hubungan dengan teratur. Selain itu, kegiatan ekonomi masyarakat lainnya, di antaranya bercocok tanam, menghasilkan kulit, penyu, emas, perak, cula badak, dan gading serta membuat garam. Kehidupan masyarakat holing tentram. Hal itu di sebabkan karena di Holing tidak ada kejahatan dan kebohongan. Berkat kondisi itu, rakyat Holing memperhatikan pendidikan. Hal itu terbukti dengan adanya rakyat Holing telah mengenal tulisan dan ilmu perbintangan.

Ü Kehidupan Agama

Ü Kerajaan kalingga merupakan kerajaan yang sangat terpengaruh oleh ajaran Budha. Oleh karena itu, Holing menjadi pusat pendidikan agama Budha. Holing memiliki seorang pendeta yang bernama Jnanabhadra. Hal itu menyebabkan masyarakat Holing mayoritas beragama Budha.

Ü Pada suatu hari, seorang pendeta Budha dari Cina berkeinginan menuntut ilmu di Holing. Pendeta itu bernama Hou-ei-Ning. Ia pergi Holing untuk menerjemahkan kitab Hinayana dari bahasa sansekerta ke bahasa Cina. 

 

 

Ü SUMBER SEJARAH

Ü

  • Berita Dari Cina

Ü Pendeta I-Tsing menyatakan bahwa pendeta Hwining dan Yunki (pembantu pendeta Hwining) pergi ke Holing pada tahun 664 untuk mempelajari ajaran agama Budha. Ia juga menerjemahkan kitab suci agama Budha dari bahasa sansekerta ke bahasa Cina. Kitab yang ia terjemahkan merupakan bagian terakhir dari kitab Varinirvana yang mengisahkan tentang pembukaan jenazah sang Budha. dalam  

  • Prasasti Tukmas

    •                   HUBUNGAN KERAJAAN HOLING DENGAN NEGERI LUAR 

Ü Pada masa Chen-kuang, raja holing bersama raja To-ho-lo To-p’o-teng menyerahkan upeti ke Cina. Upeti tersebut disambut baik oleh kaisar Chen-kuang. Oleh karena itu, kaisar cina mengirimkan balasan yang dibubuhi cap kerajaan kepada mereka. Selain itu, kaisar cina juga memberikan kuda-kuda terbaik kepada raja To-ho-lo.                                                                                 

Ü Pada tahun 813 Masehi, raja holing mengirim upeti lagi ke cina. Utusan tersebut mempersembahkan empat budak sheng-chih, burung kakatua, dan burung p’in- chiat serta benda-benda lainnya. Kaisar amat berkenan hatinya sehingga ia memberikan gelar kehormatan kepada utusan tersebut. Tetapi utusan tersebut memohon agar gelar kehormatan itu diberikan kepada adiknya saja. Kaisar sangat terkesan dengan sikap utusan tersebut sehingga ia memberikan gelar kehormatan kepada keduanya. 

  • MASA KEJAYAAN

Ü Pada tahun 674 Masehi, kerajaan kalingga/holing diperintah oleh seorang raja putri yang bernama Ratu Sima. Ratu sima merupakan raja yang terkenal di pemerintahan kerajaan holing. Dibawah kekuasaan Ratu sima ini, kerajaan kalingga/holing mengalami masa kejayaan. Pada saat itu, semua rakyat hidup dengan tenteram dan makmur. Mereka tunduk dan patuh terhadap segala perintah ratu sima bahkan tidak ada seorang pun rakyat atau pejabat kerajaan yang berani melanggarnya.

Ü Pada suatu hari, ada seorang raja yang sangat penasaran dengan kejujuran rakyat holing. Raja itu bernama Raja Tache. Ia berkeinginan untuk menguji kejujuran rakyat holing. Untuk membuktikannya, raja Tache mengirim utusan ke holing. Utusan tersebut diperintahkan untuk meletakkan pundi-pundi emas secara diam-diam di tengah jalan dekat keramaian pasar. Tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh pundi-pundi emas tersebut hingga 3 tahun lamanya. Namun, pada suatu hari sang putera mahkota sedang berjalan-jalan melewati pasar tersebut. Ketika berjalan, kaki putera mahkota tidak sengaja menyenggol pundi-pundi emas. Salah seorang warga melihat kejadian itu dan ia melaporkan kepada pemerintah kerajaan. Laporan tersebut terdengar oleh ratu sima. Ia langsung memerintahkan kepada hakim untuk membunuh anaknya sendiri. Ratu sima menganggap itu merupakan tindakan kejahatan pencurian. Beberapa patih kerajaan tidak setuju dengan keputusan yang diambil oleh ratu sima. Mereka mengajukan pembelaan untuk putera mahkota kepda ratu sima. Mereka meminta agar putera mahkota tidak dibunuh melainkan hanya dipotong kakinya saja. Pembelaan patih kerajaan disetujui oleh ratu sima. Oleh karena itu, untuk menebus kesalahan kaki putera mahkota dipotong.

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar